Selasa, 13 Juni 2017

PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN IMPLEMENTASINYA PADA KEGIATAN KANTOR

PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI
DAN IMPLEMENTASINYA PADA KEGIATAN KANTOR


Oleh
Naufal Fariz
Program Studi D4 Administrasi Bisnis
Jurusan Admnistrasi Niaga
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

ABSTRACT
Infromation system is a combinination from the information technology and the human activity who used technology for completed their activity especially in their operation in management. In a very general, everyone who need to doing woek, always use information system as their compenent to help their work. Now, we know that information system going to be a huge thing and really important that people cant it to far from it. When information system become that really important in a company of course have to realize that they need to accept and bring it ti make their employee do their job well. The implementation is the way that a company need to do with Information. System to make their company acceptable and succesful in this century.
Key word: System Information, Manajement, Operasional Office, Work, Tecnology
                                                                                                                                                        




                                                




PENDAHULUAN
            Pada zaman globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat. Pada ilmu pengetahuan menawarkan banyak kemudahan bagi setiap orang untuk menjalankan aktivitas. Perkembnagan ini menjadi peluang baik bagi dunia kerja untuk kemudian memanfaatkannya dalam membantu pekerjaan kantor. Perkembangan yang terjadi pada peradaban manusia diikuti juga oleh perkembangan dalam penyampaian sistem informasi. Yang mana sistem informasi ini merupakan suatu kebutuhan yang krusial bagi semua orang. Dengan tingginya kebutuhan informasi bagi setiap individu, semakin cepat pula perkembangan yang terjadi dalam sistem informasi.
            Dalam sebuah kegiatan di lingkunga suatu kantor, penting sekali untuk memperhatikan bagaimana cara penerapan sistem informasi yang terdapat didalamnya untuk menjadikannya sebagai penunjang yang baik bagi operasi kegiatan kantor. Sebuah kantor yang baik tentu akan mempertimbangkan masalah ini untuk memberikan fasilitas yang sangat baik bagi para pegawainya. Selain itu, sistem informasi dapat menajdi tolak ukur kinerja dari seorang pegawai dalam menghasilkan sebuah output bagi perusahaannya. Hal ini tergantung pada penerapan sistem informasi nya itu sendiri.
            Kemudian, perkembangan yang terjadi dalam sistem informasi ini menjadikan seorang manajer dalam tugasnya untuk mengambil keputusan dan menjadi lebih baik dan disiplin. Dalam menentukan keputusan juga, manajer dituntut untuk bisa menyimpulkan berdasarkan informasi-informasi paling akurat yang didapatkannya.
            Perusahaan yang baik biasanya mempunyai kewajiban untuk memberikan fasilitas sebaik-baiknya untuk karyawan, termasuk dalam sistem informasi ini. Sayangnya, masih kurangnnya pengetahuan perusahaan atau kantor. Dengan masalah yang timbul tersebut, penulis bermaksud untuk membahas mengenai pengimplementasian sistem informasi yang baik di sebuah perusahaan. Hal ini, dilaksanakan untuk memberikan informasi dan tentunya bisa menjadi pertimbangan bagi perushaan dalam menerapkan sistem informasi secara baik. Metedologi yanag dilakukan oleh penulis bersumber dari banyaknya jurnal dan buku referensi.

PEMBAHASAN
Pengertian Sistem Informasi
            Informasi yang berarti adalah sebuah pesan yang disampikan dari satu pihak kepada pihak lain dalam berbagai bentuk., seperti data atau yang lainnya melalui berbagai cara, dalam pengaturannya menggunakan banyak sistem. Dalam hal ini disebut sebagai Sistem Informasi. Sistem Informasi sendiri merupakan sebuah aturan atau sistem yang diterapkan dalam pengumpulan informasi untuk menajadikan informasi tersebut menjadi lebih terkoordinir dan menjadi lebih berguna.
            Sistem informasi ini dalam penggunaanya menggunkan komponen-komponen yang berfungsi untuk menunjang pelaksanaanya, yaitu Perangkat Keras Komputer dan Perangkat Lunak (Umum, Terapan, atau sistem aplikasi).

Perkembangan Sistem Informasi
            Dengan berkembangnya zaman golbalisasi, teknologi dan ilmu pengetahuan semakin berkembang. Segala kegiatan yang awalnya tidak mempunyai sangkut paut yang berarti dengan teknologi, dewasa ini menjadi salah satu komponeny. Informasi dan teknologi menjadi salah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Menurut Chrisyanti (2004), Perkembangan yang terjadi dalam dunia teknologi menjadi sarana yang berperan penting dalam sistem informasi yang dalam masa pengembangannya diikuti dengan faktor pelaku dan media. Media ini menjadi sarana pendukung yang dalam penggunaannya dapat digunakan untuk memenuhi infrastruktur system yang akan dikembangkan.
            Sebuah informasi dalam penyampaiannya mengandung banyak elemen yang biasanya terdiri dari visual, audio, kinerika dan lainnya. Pun dengan media, menurut Dessler (2006) yang digunakannya terdiri dari banyak jenissnya, untuk penggunaan informasi dalam dunia perkantoran misalnya, media yang digunakan bisa computer, telepon, fax, dan lainnya. Penggunaan media dalam sistem infromasi biasanya digunkan sesuai aturan yang terdapat dalam buku panduan atau operational book.
            Pengelola sebuah sistem informasi dalam kegiatan suatu manajemen perkantoran secara umum biasa disebut dengan pengelola sistem, pemakai ataupun penerima. Pengelolaan sebuah sistem informasi ini dilaksanakan oleh personil Tecnology Information (IT). Pemberi ataupun penerima sistem informasi dalam sebuah kegiatan perkantoran bias dilakukan oleh orang yang berkewenangan melakukan tugas tersebar sesuai dengan tunutunan yang menghatruskannya. Batasan-batasan mengenai siapa yang berwenang terhadap pengguna sistem informasi dalam kantor tidak bias secara rinci untuk diuraikan karena hal tersebut sesuai dengan manajemen yang berlaku dalam perkantoran tersebut.
            Dalam perkembannya juga, menurut Nugraha (2013), suatu sistem informasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
1.      Produktifitas
Banyak sekali informasi yang setiap harinya dibutuhkan oleh setiap orang, dan lebih cepat didapat informasi  itu, lebih baik juga untuk kelancaran suatu kegiatan organisasi. Hal ini tentu juga berdampak terhadap orang yang berada dibalik pengoperasian sistem informasi, yaitu analisis dan programmer, harus lebih produktif terhadap pengembangan sistem informasi tersebut untuk bias menyesuaikan.
2.      Reliabilitas
Lamanya waktu yang digunakan secara umum untuk melakukan testing terhadap pengembangan sistem informasu yang mencpai 50% dari total waktu, harus menjadikan para pengembang sistem informasi tersebut untuk memudahkan cara mengakses sistem tersebut menjadi lebih baik untuk meminimalisir penggunaan waktu.
3.      Maintabilitas
yaitu perawatan yang dilakukan terhadap sistem informasi tersebut yang mencakup modifikasi sesuai perkembangan perangkat dan juga sesuai perkembangan kebutuhan pemakai. Hal lainnya yang juga bias membantu adalah revisi.
            Karakteristik Sistem Informasi
                        Sistem informasi dalam melakukan tugassnya mengenai pengambilan keputusan terstruktur pada manajemen kontril dan tugas operasionalnya. Sistem informasi juga biasanya ikut serta dalam proses perencanaan suatu keputusan. Dijelaskan menurt Muditomo (2013)
Karakteristik-karekteristik sistem informasi yaitu:
1.      Untuk menampilkan atau menggambarkan fike beserta data informasi yanf terdaoat di kantor
2.      Tugasnya secara umum yaitu untuk menunjang pengawasan terhadap kegiatan operasional
3.      Nodel yang ada untuk menampilkan data re;atif sederhana dan terstruktur.
4.      Kemampuan terhadap analisa cenderung sedikit.
5.      Pengambilan keputusan yang didapat tepat dan teratur.
6.      Hasil dari keputusan yang didapat tepat dan teratur.
7.      penyajian laporan dilampirjan secara periodic.
Ciri-ciri Sistem Informasi
Dalam hal ini, Menurut Gibson (2004) ciri-ciri Sistem Informasi sebagai berikut:
1.      sistem terdiri dari komponen yang satu sama lain saling bereaksi seingga menjadi satu kesatuan.
2.      sisteem yang melakukan pembatasan dengan sistem lua yang berbeda untuk menimbulkan kesatuan dengan sistem sejenis.
3.      mempengaruhi operasi sistem yang berada dalam ruang lingkupnya.
4.      berperan sebagai konektor atau media pengubung diantara sebuah sistem dengan sub sistem.
5.      mengasilkan energi dari sistem berupa signal input dan maintenance input.       
6.      memberikan hasil keluaran berupa informasi yang berguna untuk digunakan dalam perusahaan.
7.      mengubah data menjadi lebi berguna.
Unsur-Unsur Sistem Informasi
            Dijelaskan menrut Hills (2016) Sebuah sistem Informasi dapat dikatakan baik bila memenui unsur-unsur berikut:
1.      Fleksible, untuk memudahkan dalam penggunaannya bilamana keadaan sering berubah.
2.      Adaptif, mudah untuk melakukan adaptasi sekalipun tanpa mengubah sistem utama yang terlebih dahulu telah dibuat.
3.      Sistematis, dibuat dengan tatanan supaya memudahkan penggunaannya.
4.      Fungsional, dapat mencapai fungsi ataupun tujuan yang sebelumnya telah ditentukan oleh pihak perushaan.
5.      Sederhana, harus mudah dipahami oleh semua pihak yang bersangkutan.
6.      Memanfaatkan Sumber Daya yang optimal supaya lebeih efektif dan efisien.
Komponen Sistem Informasi
            Dalam hal ini, menurut Mc. Leord (2000) Berikut adalah komponen-komponen yang memiliki sangkut paut terhadap sistem informasi:
1.      Hardware, berupa perangkat keras yang dalam komponen sistem informasi ini terdiri dari komponen, printer, jaringan dan laiinya.
2.      Software, berupa sekumpulan aturan atau fungsi berdasarkan ketentuan yang telah diterapkan. Software ini dalam penggolongannya dibagi menjadi sistem operasi, aplikasi, dan bahasa.
3.      Data, merupakan komponen dasar yang kemudian dalam prosesnya akan diolah sehingga menjadi informasi yang dapat lebih berguna untuk digunakan.
4.      Prosedur, berupa operasional book ataupun dokumentasi sebagai pedoman dalam sistem informasi.
5.      Manusia, yaitu makhluk hidup yang menggunakan sistem informasi dan dalam dunia kerja memiliki kedudukan, seperti operator, pemimpin pengaturan sistem.
Tahap Pengembangan Sistem Informasi
            Sistem Informasi dalam prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan untuk kemudian mendapatkan hasil yang paling rinci dan jelas. Menurut Zainun (2004) proses tahapan ini biasanya menyesuaikan dengan keadaan perusahaan tersebut yang mencakup beberapa hal, yaitu:
1.      Kebutuhan organisasi yang strategis.
2.      Aspek pendukung organisasi yang bentuknya legal.
3.      Umpan balik dari para karyawan.
Adapun pengembangan lengkap mengenai suatu perusahaan berdasarkan analisa kompetensi ini bisa dilihat dari faktor infrastruktur, sumber daya, produk layanan, atau kepuasan dari pelanggan. Dijelaskan oleh Tobing (2007),  tahap pengembangan bagi suatu sistem informasi  sebagai berikut:
1.      Planning (Perencanaan)
Tahap yang merupakan rangkaian atau kumpulan ide yang menjadi latar belakang terhadap rencana yang akan dilakukan. Bila sebuah rencana dilakukan secara matang pada tahun ini, beberapa keuntungannya adalah:
a.      Jelasnya ruang lingkup dan proyek yang akan dikerjakan, sehingga ketika pelaksanaanya, tidak akan ada bagian yang tidak bisa dikerjakan dengan baik.
b.      Mengurutkan kegitan yang akan dilakukan untuk melakukan rencana tersebut. Biasanya tahap ini membuat kita melakukan skala prioritas terhadap kegiatan-kegiatan tersebut, mana yang harus diutamakan dan yang penting.
c.       mempermudah dalam mengidentifikasi wilayah ataupun area yang potensial terhadap permasalahan.
d.      Adanaya pengendalian yang bisa kita jadikan antisipasi bilamana dalam perlaksanaannya kita mendapatkan hal-hal yang tidak direncanakan.

2.      Analysis (Analisis)
Dalam tahap analisis ini, terdapat 2 aspek penting, yaitu manajemen dan teknologi. Tahap ini berguna untuk mengetahui peran teknologi yang paling memiliki kesamaan atau relevansi terhadap fungsi-fungsi terkait dunia bisnis. Dalam setiap analisis ini, terdapat kegiatan yang mencakup:
a.       Mengoraganisasikan Tim dalam Proyek.
b.      Melakukan penetapan terhadao rencana penelitian.
c.       Mendefiniskan informasi yang dibutuhkan.
d.      Menyiapkan usulan untuk rancangan sistem.
e.       Melakukan verivikasi terhadap rencana sistem.

3.      Design (Perancangan)
Dalam tahap ini, dilakukan perangangan terhadap komponen-komponen yang dibutuhkan mengenai sistem terkait. Bagian teknis biasanya merencanakan rancangan teradap teknologi informasi apa yang akan dibangun. Seperti jaringan komputer, basis data lainnya.
Adapun dengan keikutsertaan bagian manajemen, tim teknologo informasi mealakukan perancangan terhadap komponen organisasi yang memiliki keterkaitan. Seperti pengaruh dari perancnagan, omplemntasi, dn kontruksi.

4.      Kontruksi (Pembangunan Fisik)
Setelah apa yang dilakukan dalam tahap design, selanjutnya terhadap pembangunannya. Teknisi yang mengemban tanggung jawab paling besar dalm bidang ini. Perwujudanya harus bersifat konseptual dan dalam skla yang telah detail dan dalam skala yang llebih detail dan terstruktur.
Tahap kontruksi ini merupakan tahap yang melibatkan sumber daya paling besar. Baik itu merupakan sumber daya manusia, waktu ataupun biaya perushaan. Kegiatan kontruksi harus bisa terkendali dengan baik dan penbgguna sumber daya juga harus disaring supaya lebih efektif dan efisien. Tahap kontruksi paling akir ini biasanya merupakan uji coba terhadao sistem informasi yang sedang dikembangan.

5.      Impelentasi
Merupakan tahap yang dalam pelaksanaanya membutuhkan pemikiran paling kritis, karena sistem informasi tersebut akan dipergunakan dalam organisasi. Dalam implementasinya, mencakup hal-hal berikut:
a.       Melakukan penentuan terhadap waktu implementasi yang tepat.
b.      Pemberitahuan terhadap waktu yang telah ditentukan tersebut.
c.       Meyiapkan sumber daya yang dibutuhkan, berupa perangkat lunak atau keras.
d.      Mempersiapkan database yang dibutukan
e.       Mempersiapkan peralatan berupa fasilitas fisik.
f.       Memberikan pelatihan terhadao impelementasi.
g.      Mempersiapkan waktu yang teoat untuk peralihan sistem.

Pemberian pelatihan untuk melakukan implementasi harus dilakukan untuk memperlancar kegiatan dan juga sbeagai antisipasi bilamana terjadi kegagalan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Pelatihan juga dapat berguna supaya adanya pemahaman yang jelas terhadap sistem yang baru dan memeliaranya dengan cara yang baik.

6.      Pasca Impelementasi
Tahap ini dalam kegiatanya berguna menentukan pemeliharaan sistem yang dikelola. Sistem informasi harus bisa melakukan pembaruan sesuai denan perkembangan yang terjadi. Biasanya dakam pemeliharaan ini meliputi modifikasi, penanganan fasilitas yang sudah rusak, dan yang lainnya. Disini juga biasanya dilakukan dokumentasi untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman pengguna terhadp sistem informasi yang sedang digunakan.
Jenis Sistem Informasi
Sistem informasi terbagi menjadi beberapa jenis. Dalam penggunaanya sistem informasi ini disesuaikan dengankebutuhan permasalahan atau kantor yan besarnya terdiri dari fungsi atau spesifikasi tertentu.
1.      Sitem Informasi Manajemen
Sistem informasi ini merupakan sistem infromasi yang dalam pengimplementasiannya digunakan untuk ruang lingkup manajerial. Yaiutu kalangan yang setiap individunya mempunyai posisi berarti dalam perusahaan tempatnya bekerja.
            Level Manajerial ini anatara lain pimpinan perusahaan, manajer, ataupun pelaksana. Dalam fungsinya sebagai individu yang mengatur bawahan, sistem informasi manajamen ini berperan penting dalam hal:
a.    Melakukan pengawasan atau memonitoring setiap hasil dari anak buah.
b.    Memberikan penilaian secara langsung kepada bawahan.
c.    Mempercepat proses pengambilan keputusan.
d.   Menganalisa suatu masalah yang timbul dalam perusahaan.
e.    Menerima rekapitulasi laporan hasil kinerja anak buah.
f.     Melakukan fungsi pengawasan terhadap anak buah.
g.    Memberikan masukan atau saran terhadap atasan untuk melakukan promosi jabatan.
h.    Memberikan pertimbangan untuk kinerja yang lebih baik dan buruk dari bawahan.
i.      Terciptanya efisiensi dalam kegiatan manajerial.
j.      Menunjang kegitan operasional bagi suatu perusahaan.

Adanya sistem informasi manajerial ini akan membantu dalam memudahkan tugas pegawai yang berada pada level manajerial untuk lebih efisien.

2.      Sistem Informasi Eksekutif
Sistem ini dikembangkan dan diimplemntasikan dalam memudahkan lalu lintas pekerjaan bagi mereka yang berda di level eksekutif. Penentuan sebagai seorang eksekutif biasanya diklasifikasikan berdasrkan persyaratan berikut
a.         Seorang petinggi atau CEO suatu perusahaan.
b.        Dewan direksi
c.         Memiliki hak peniuh terhadap atau perushaan, seperti orang yang berinvestasi atasa perusahaan tersebut atau pemegang saham.
d.        Direktur untuk sebuah kantor cabang.
e.         Dewan Komisaris Perusahaan
Sistem Informasi Eksekutif dalam pengunaanya biasanya menyangakut hal:
a.         Kinerja dan para manajerial, atau posisi dibawah eksekutif itu sendiri.
b.        Kegiatan atau target suatu perusahaan selama periode yang telah ditentukan.
c.         Finansial yang meliputi kestabilan keuangan dalam perusahaan tersebut.
d.        Budaya ataupun lingkungan kerja ya ng tercipta di wilayah perusahaan.
e.         Kredibilitas bagi suatu perusahaan di bursa saham.
Sistem informasi eksekutif ini berfungsi untuk memudahkan para pekerja yang berada pada level ekeskutif  untuk melakukan pemantauan langsung terhadap perusahaan yang sedang mereka bawahi. Sehingga dengan mudah eksekutor ini bisa melakukan feed back ataupun masukan terhadap kesalahan dalam bekerja.

3.      Sistem Informasi Akuntansi
Sistem ini merupakan sistem yang implementasi dari sistem Informasi Manajemen dibidang perhitungan keuangan atau akuntansi suatu perusahaan. Akuntansi yang berhubungan dengan masalah finansial ini merupakan hal yang krusial dalam kelancarann suatu perusahaan.
            Sistem ini membantu para akuntan untuk melakukan tugasnya dengan baik dalam hal:
a.         Menampilkan data pembelian atau segala kegiatan uang berhubungan dengan keuangan dalam perushaan tersrbut.
b.        Membantu mempercepat proses pengembalian keputusan yang berhubungan dengan finansial.
c.         Menyediakan keterangan dari proses transaksi sebagai tanda bukti bilamana diperlukan.
d.        Memperjelas mengenai pemakaian dan bilamana diperlukan
e.         Sebagai data dari hasli keuntungan atau kerugian perusahaan.
Adanaya sistem informasi akuntansi ini mempermudah perusahaan dalam melaksanakan pencatatan tutup buku di setiap akhir tahun periode.


4.      Sistem Informasi Keuangan
Sistem ini biasanya merupukan impelmentasi dari sistem dibawah manajemen, meskipun terkadang sistem ini berdiri sendiri bagi sebagai perusahaan. Hal ini terantung kebijakan yang diberikan dalam peushaan tersebut. Implementasi yang dilakukan sistem ini biasanya mencakup hal:
a.         Melakukan pencatatan segala bentuk transaksi suatu perushaan dalam periode tertentu.
b.        Mempermudah kegiatan kroscek dari transaksi jual-beli.
c.         Membantu penghitungan pajak suatu perusahaan
d.        Memonitoring kegiatan pinjaman uang, potongan gaji, atau kenaikan gaji.
e.         Dapat terintegrasi secara langsung dengan Sumber Daya Manusi, terutama yang berkaitan dengan masalah gaji.


5.      Sistem Informasi Manufaktur
Sistem ini banyak dijumpai untuk perusahaan yang bergerak dibidang produksi ataupun manufaktur. Fungsi dari sistem informasi manufaktur ini yaitu:
a.         Melakukan pencatatan terhadap hasil yang diperoleh suatu perushaan.
b.        Mencatat barang yang tidak lolos selekso atau tidak layak untuk dilempar ke pasaran.
c.         Sebagai bahan analisa terhadap kebutuhan sumber daya manusia dalam proses produksi.
d.        Melakukan pencatatan terhadap kebutuhan sumber daya manusia dalam proses produksi.
e.         Melakukan pemcatatan terhadap kelebihan maupun kekurangan dari kualitas barang yang dilempar ke pasar.
f.         Sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan produk yang akan dibuat dimasa selanjutnya.

6.      Sistem Informsi Sumber Daya Manusia
Sistem ini berhubungan dengan bagian Sumber Daya Manusia, utamanya personalia atau HR dari suatu perusahaan atau organisasi. Dalam sistem ini biasanya terdapat informasi berupa:
a.         Identitas karyawan yang bekerja di perusahaan
b.        Jabatan dan masa berlakunya
c.         Total gaji, bonus, tunjangan, dan masalah keuangan lainnya

Manfaat dari Sistem Informasi Ini adalah:
a.         Membantu memberikan informasi hasil kerja dari setiap karyawan
b.        Membantu personalia dalam menentukan pegawai mana yang harus mendapat kenaikan gaji, bonus, dan kenaikan jabatan
c.         Melakukan evaluasi terhadap seluruh karyawan berdasarkan hasil kerja
d.        Sebagai pertimbangan untuk melakukan perekrutan pegawai baru

7.      Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi ini memberikan catatan penting untuk perusahaan dari hasil penjualan mereka, yang meliputi:
a.         Banyaknya Produk yang berhasil dijual.
b.        Produk yang laris dan diterima dengan baik di pasaran.
c.         Prodk yang kurang diminati oleh pasar.
d.        Metode yang tepat untuk kemudian diterapkan dalam kegiatan pemasaran.
e.         Feedback atau umpan balik pasar terhadap produk yang kita pasarkan.

Selain itu, sistem ini ikut serta dalam membantu suatu perusahaan untuk melakukan analisis terhadap pasar dan juga bagian riset untuk melakukan pengembangan, pembarauan, dan inovasi produk yang telah mereka buat.

Dalam suatu perusahaan, seluruh Sistem Informasi tersebut saling terintegrasi satu sama lain yang biasanya menjadi satu kesatuan bernama Sistem Informasi Perusahaan. Dimana dari setiap sistem akan memiliki korelasi sat sama lain.

Pengolahan Sistem Informasi Manajemen
            Dalam pengolahan Sistem Informasi Manajem, menurut Sutanta (2003) Setiap manajemen dalam sebuah perusahaan diberi tugas masing-masing oleh perusahaannya, beberapa hal yang dilakukan untuk melakukan pengolahan sistem informasi adalah:

1.      Pengembangan terhadap Sistem Informasi
Pihak-pihak yang terlibat secara aktif dan langsung dalam proses pengembangan sistem informasi ini adalah manajer dan analisis sistem. Dalam pelaksanaannya langkah yang harus dipelajari adalah:
·           Menentukan persyaratan dalam sistem
·           Studi tentang fasibilitas
·           Merancang dan menerapkan sistem yang telah ditentukan
·           Pemeriksaan mengenai keorganisasian
·           Pengetesan terhadap solusi
·           Konservasi
·           Implementasi Proyek

2.      Proses Pengelolaan daya
Proses kerja pengelolaan data dalam sistem informasi merupakan kegiatan yang bersifat kontinu, menurut Sangkala (2007) untuk penentuan cara supaya terlaksana pengelolaan data yang efektif, dapat dilakukan pertanyaan – pertanyaan berikut:
a.         Informasi ataupun data yang dibuthkan untuk sistem informasi tersebut?
b.        Bagaimana keadaan dari informasi ataupun data yang dibutuhkan tersebut?
c.         Siapa objek yang membutuhkan informasi tersebut?
d.        Dimana tempat dari data tersebut dibutuhkan?
e.         Berapa banyaknya biaya yang dikeluarkan dari informasi tersebut?
Pengendalian dalam Sistem Informasi
            Pada dasarnya pengendalian yang dilakukan ini bertujuan supaya sistem informasi dalam pelaksanaanya berada pada batas prestasi. Menurut Rival (2004), sebuah operasi yang dilakukan harus terkendali sesuai batas untuk melakukan tugasnya secara optimal. Dan menjaganya tetap dalam batas toleransi
            Output dari sebuah sistem informasi ini terkadang berjalan tidak sesuai dengan prosedur, atau tidak terkendali. Jelas, hal ini membutuhkan aksi pengendalian melalui mpan balik untuk mencegah hal-hal yang tidak sesuai tersebut
            Supaya sebuah sistem dapat berjalan secara baik dan terorganisir, maka harus mempunyai standar keterukuran atau jangkauan, sebuah sistem informasi dan alat yang tentunya membanu untuk mengoreksi kesalahannya. Hal tersebut menjadikan setiap suatu pengoperasian suatu kegiatan harus bersifat terbuka.
            Mengingat hal diatas, menurut Priansa (2015) tentunya seorang manajemen yang baik hars bisa mengantisipasi dan menangani segala kemungkinan gangguan yang terjadi. Berikut beberapa yang dapat dilakukan dalam proses pengendalian adalah:
a.         Suatu ukuran yang bisa terhitung atau terjangkau dalam pelakasanaannya.
b.        Adanya standar yang bisa dilakukan untuk merincikan atau menjelaskan suatu hasil informasi secara detail.
c.         Adanya perbandingan anatara ekspetasi yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan secara nyata
d.        Laporan dari seorang manajemen, hasil dari pemahamannya terhadap suat sistem informasi.
e.         Suatu tindakan yang bermaksud untuk memperbaiki atau mengubah prestasi bagi waktu yang akan datang bila apa yang diperoleh sekarang kurang memuaskan atau tidak sesuai sama sekali dengan ekspetasi yang diharapkan.
Jenis pengendalian melalui umpan balik itu sendiri dibagi menjadi 2 macam, yang bersifat positif dan negatif:
1.      Negatif
Jenis pengendalian ini berarti melakukan pengendalian dengan cara pemeliharaan supaya dalam prosesnya, sstem berada pada batasan tertentu. Terkendali sesuai dengan apa yang terdapat dalam prosedur. Dalam prosesnya, jenis pengendalian umpan balik yang bersifat positif ini biasanya melibatkan karakteristik, media/alat/sensor untuk bisa mengendalikannya, unit pengendali, ataupun penggerak yang bertugas dalam pengolahannya.
2.      Positif
Pengendalian ini dilakukan dengan cara menambahkan komponen lain untuk mengatur sistem tersebut dalam pelaksanaannya. Sehingga hal ini berguna untuk penyesuaian dalam melakukan kegiatan terhadap sistem tersebut.
Pengendalian untuk sistem informasi secara umpan balik dalam pelaksanaanya diterapkan sesuai dengan kebijakan yang diambil oleh suatu perusahaan. Perusahaan juga dapat mengganti atau mengubah standar dari proses pengendalian tersebut sessai dengann kesepakatan karena organisasi biasanya mempunyai suatu standar yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
KESIMPULAN
            Sistem Informasi, sebagai perannya dalam kantor jelas memeliki kepentingan yang sangat bermanfaat untuk suatu perusahaan. Termasuk dalam proses pengembalian keputusan yang memang menjadi suatu kegiatan kantor. Perannya sebagai penyedia berbagai keterangan-keterangan informasi yang dibutuhkan adalah satu keharusan bagi perusahaan ntuk bisa mengimplementasikannya sesuai dengan keterangan yang terdapat dalam pembahasan.
            Sistem informasi yang secara sederhana sebagai penyedia infromasi bagi pemakainya dapat menjadi suatu kebiasaan organisasi yang bersifat formal. Informasi secara terperinci menjelaskan sistem dalam organisasi mengenai apa saja yang telah terjadi atau dilakukan pada masa lalu, masa sekarang, dan bahkan bisa untuk masa yang akan datang berdasarkan beberapa pertimbangan
            Penerapan serta implementasi yang dilakukan terhadap suatu sistem informasi bermaksud untuk memberikan keteranagan informasi yang dibutuhkan bagi suatu perusahaan, dan khususnya bagi tingkatan manajemen. Dengan begitu, adanya sistem informasi dapat menjadikan suatu perusahaan bergerak ke arah yang lebih  baik dan bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut.








DAFTAR PUSTAKA
Chrisyanti, Ira. 2001. Manajemen Perkantoran. Jakarta: Pustakanya
Dessler, G. 2006. Manajemen Sumber Daya  Manusia Jilid 1. Jakarta: PT.Indeks.
Gibson, J. 2004. Organisasi dan Manjemen. Jakarta: Erlangga
Hills, Philip. 2016. Internasional Journal Of Information Management: The Journal of information Profesional. Elsevier England: UK.
Mc. Leord Jr, and Scbell. G. 2000. Management Information System. A Study Of Computer Based Information System. Prentice Hall Inc.
Muditomo. A. 2013. Majalah Bank dan Manajemen: Focus Organization Structure. Edisi Nomor 130, Jakarta : Cakrawala Baru
Nugraha, D. 2013. Majalah Bank dan Manajemen: Perbaikan Sistem Informasi Manajemen dan Struktur Organisasi. Mahasiswa Universitas Surabaya, 1-17.
Priansa, D & Garnida, A. 2015. Manajemen Perkantoran Efeketif, Efisien, dan Profesiona. Bandung:Alfabeda
Rival, V. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sangkala, 2007. Knowladge Management. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sutanta, E. 2003. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu
Tobing, P. 2007. Knowledge Management: Konsep, Arsitektur, dan Implementasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Zainun, B. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gunung Agung